Sabtu, 29 Juni 2019

Pemanfaatn Daun Kemangi Sebagai Pengobatan Batuk

 APA SIH ITU BATUK ?
Assalamualaikum teman-teman...
SALAM SEHAT
Kembali lagi diblog sehat... setelah sekian lama akhirnya yaa I’M BACK yeeyy... seperti yang sebelumnya, pembahasan kita adalah tentang apasih yang terkandung dalam tanaman kemangi tersebut dan zat apasih yang ada pada tanaman kemangi sehingga bisa digunakan sebagai alternatif pengobatan tradisional salah satunya adalah pengobatan untuk batuk. Pada blog sebelumnya membahas tentang kandungan kemangi dan fungsi daripada kemangi tersebut, sekarang kita akan membahas tentang salah satu kegunaan daun kemangi untuk pengobatan yaitu batuk dimana penyakit batuk itu sendiri sering terjadi dikalangan masyarakat tetapi masyarakat atau kita sendiri cendurung menggunakan obat-obatn sintetis yang ternyata masih banyak hal atau alternatif yang bisa digunakan selain obat-obatan kimia.
Kalian semua pasti udah tau kan apasih itu batuk. Meskipun begitu, saya tetap akan menjelaskan apasih pengertian dari batuk itu sendiri J Batuk adalah suatu refleks pertahanan tubuh untuk mengeluarkan bendaasing dari saluran napas. Batuk juga membantu melindungi paru dari aspirasiyaitu masuknya benda asing dari saluran cerna atau saluran napas bagianatas. Saluran napas yang dimaksud adalah mulai dari tenggorokan, trakhea,bronkhus, bronkhioli, sampai ke jaringan paru (Guyton dan Hall, 2008).
Bagaimana sih mekanisme terjadinya batuk? Batuk dimulai dari suatu rangsangan pada reseptor batuk. Reseptor ini berupa serabut saraf non myelin halus yang terletak di dalam dan di luar rongga toraks. Serabut aferen terdapat pada cabang nervus vagus yang mengalirkan rangsang dari laring, trakea, bronkus, pleura, lambung, dan juga rangsangan dari telinga. Nervus trigeminus menyalurkan rangsang dari sinus paranasalis, nervus glosofaringeus menyalurkan rangsang dari faring dan nervus frenikus menyalurkan rangsang dari perikardium dan diafragma. Rangsangan ini oleh serabut aferen dibawa ke pusat batuk yang terletak di medula, di dekat pusat pernafasan dan pusat muntah. Kemudian rangsangan ini akan dilanjutkan menuju efektor yang terdiri dari otot laring, trakea, bronchus, diafragma, otot-otot interkostal, dan lain-lain. Di daerah efektor ini kemudia mekanisme batuk terjadi. 


https://www.alodokter.com/penyebab-batuk-berdahak-dan-batuk-kering-serta-cara-mengobatinya

JENIS BATUK BERDASARKAN ADA ATAU TIDAKNYA DAHAK YANG DIPRODUKSI DAN PENYEBAB BATUK
1)   Batuk Produktif
Masyarakat umumnya menyebutnya dengan sebutan batuk berdahak. Batuk berdahak adalah batuk yang disertai denggan dihasilkannya dahak. Batuk jenis ini biasanya disebabkan oleh alergi dan disertai flu.
2)   Batuk Tidak Produktif
Batuk tidak produktif atau batuk tidak berdahak atau yang disebut juga batuk kering. Batuk kering merupakan batuk yang tidak dimaksudkan untuk membersihkan saluran nafas, biasanya karena rangsangan dari luar. Batuk ini yaitu batuk yang tidak disertai produksi dahak yang berlebihan. Batuk jenis ini biasanya disebabkan oleh benda asing yang mengiritasi tenggorokan ataupun disebabkan oleh efek samping obat golongan ACEI (Guyton dan Hall, 2008).
JENIS BATUK BERDASARKAN BERAPA LAMA BATUK TERSEBUT BERTAHAN DAN PENYEBABNYA
1)   Batuk Akut.
Batuk akut merupakan jenis batuk yang berlangsung kurang dari dua minggu. Batuk jenis ini biasanya disebabkan oleh masuknya angin, influenza, atau infeksi sinus.
2)   Batuk Kronik
     Batuk kronik merupakan jenis batuk yang bertahan selama lebih dari dua minggu, bahkan ada juga yang menahun. Jenis batuk ini juga terjadi secara berulang-ulang. Penyebab batuk kronik antara lain adalah asma, TB, dan batuk rejan. Batuk rejan dapat dicegah sejak dini dengan cara memberikan imunisasi DPT
3)   Batuk subakut
Batuk subakut merupakan jenis batuk yang terjadi selama tinga sampai delapan minggu. Batuk subakut biasanya disebabkan oleh batuk pasca infeksi, bakteri sinusitis maupun batuk karena asma (Guyton dan Hall, 2008).
          Pemicu batuk itu sendiri adalah adanya berbagai iritasi yang memasuki saluran nafas melalui inhalasi (asap, debu, atau rokok) atau melalui inhalasi (sekresi jalan nafas, benda asing, atau isi lambung). Menurut Ikawati (2011) menyatakn bahwa batuk karena iritasi karena sekresi jalan nafas seperti posinasal drip atau isi lambung biasanya faktor pemicunya tidak dikenal dan batuknya bersifat persisten. Jika terus terpapar oleh iritan maka dapat memicu batuk dan sensitifitas jalan nafas meningkat. Infeksi pernafasan karena virus maupun bakteri yang menyebabkan terjadi masalah pada jalan nafas juga dapat menyebabkan batuk.  

Upaya pengobatan batuk pada masyarakat sekarang lebih cenderung menggunakan obat-obatan sintetik. Nah selain obat sintetik, banyak juga loh masyarakat menggunakan atau memanfaatkan tumbuhan dan bahan alam seperti tanaman obat yang digunakan sebagai obat tradisional sebagai obat batuk. Salah satu tanaman yang ada di indonesia yang mempunyai ragam kegunaan yaitu kemangi (Ocimum basilicum) yang telah lazim digunakan oleh sebagaian masyarakat lokal untuk pengobatan berbagai macam penyakit salah satunya sebagai obat batuk. Manfaat dari menggunakan tanaman bahan alam itu untuk pengobatan, kita bisa terhindar dari efek samping pada penggunaan obat sintetik. Berdasarkan dari jurnal yang didapat, bahwasanya daun kemangi mengandung  suatu zat yg bisa mengobati batuk. Daun kemangi mengandung senyawa tanin, flavonoid, steroid/triterpenoid, dan minyak atsiri (Erviana et al., 2011). Penelitian lain menyatakan bahwa senyawa kimia yang diduga memiliki aktivitas mukolitik adalah senyawa adalah senyawa tanin, flavoid dan alkaloid (Gairolla et al., 2010).
 
            Nah, sekarang kalian sudah tahukan apasih itu batuk, jenis-jenis batuk, mekanisme terjadinya batuk serta hal yang menyebabkan terjadinya batuk tersebut. Mungkin penyakit batuk bagi kita adalah penyakit biasa yang bisa sembuh dengan seiring berjalan nya waktu. Namun, pada kenyataan nya batuk adalah hanya suatu gejala dari penyakit. Maka, mulailah dari sekarang untuk mari kita hidup sehat dengan kurangi menghirup asap terutama asap rokok, asap dan debu. Karena ketika virus itu masuk ke dalam tubuh kita maka yang akan terjadi adalah gejala-gejala penyakit lain nya akan bermunculan...

                 Terimakasih telah membaca blog saya. Semoga bermanfaat untuk kita semua... 
                        Tinggalkan pesan dan komentarnya dibawah and wait for the next post  :)

REFERENSI

Erviana R, Purwono S, Mustofa. 2011. Active compounds isolated from red betel (Piper crocatum  Ruiz &     Pav) leaves active against Streptococcus mutans through its inhibition effect on glucosyltransferase                 activity. J Med Sci, 43(2), 71-78.
Guyton A.C. dan Hall, J.E. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Jakarta: EGC.
Ikawati, Z. 2011. Penyakit Sistem Pernafasan dan Tatalaksana Terapinya. Yogyakarta: Busra Ilmu.