Pemanfaatn Daun Kemangi Sebagai Pengobatan Batuk
APA SIH ITU BATUK ?
Assalamualaikum teman-teman...
SALAM SEHAT
Kembali lagi diblog
sehat... setelah sekian lama akhirnya yaa I’M BACK yeeyy... seperti yang sebelumnya, pembahasan
kita adalah tentang apasih yang terkandung dalam tanaman kemangi tersebut dan
zat apasih yang ada pada tanaman kemangi sehingga bisa digunakan sebagai alternatif
pengobatan tradisional salah satunya adalah pengobatan untuk batuk. Pada blog
sebelumnya membahas tentang kandungan kemangi dan fungsi daripada kemangi
tersebut, sekarang kita akan membahas tentang salah satu kegunaan daun kemangi
untuk pengobatan yaitu batuk dimana penyakit batuk itu sendiri sering terjadi
dikalangan masyarakat tetapi masyarakat atau kita sendiri cendurung menggunakan
obat-obatn sintetis yang ternyata masih banyak hal atau alternatif yang bisa
digunakan selain obat-obatan kimia.
Kalian semua pasti udah tau kan apasih itu batuk. Meskipun begitu, saya tetap
akan menjelaskan apasih pengertian dari batuk itu sendiri J Batuk
adalah suatu refleks pertahanan tubuh untuk mengeluarkan bendaasing dari
saluran napas. Batuk juga membantu melindungi paru dari aspirasiyaitu masuknya benda asing dari saluran cerna atau
saluran napas bagianatas. Saluran napas yang dimaksud adalah mulai dari
tenggorokan, trakhea,bronkhus, bronkhioli,
sampai ke jaringan paru (Guyton dan
Hall, 2008).
Bagaimana sih mekanisme terjadinya
batuk? Batuk dimulai dari suatu rangsangan
pada reseptor batuk. Reseptor ini berupa serabut saraf non myelin halus yang
terletak di dalam dan di luar rongga toraks. Serabut aferen terdapat pada
cabang nervus vagus yang mengalirkan rangsang dari laring, trakea, bronkus,
pleura, lambung, dan juga rangsangan dari telinga. Nervus trigeminus
menyalurkan rangsang dari sinus paranasalis, nervus glosofaringeus menyalurkan
rangsang dari faring dan nervus frenikus menyalurkan rangsang dari perikardium
dan diafragma. Rangsangan ini oleh serabut aferen dibawa ke pusat batuk yang
terletak di medula, di dekat pusat pernafasan dan pusat muntah. Kemudian
rangsangan ini akan dilanjutkan menuju efektor yang terdiri dari otot laring,
trakea, bronchus, diafragma, otot-otot interkostal, dan lain-lain. Di daerah
efektor ini kemudia mekanisme batuk terjadi.
https://www.alodokter.com/penyebab-batuk-berdahak-dan-batuk-kering-serta-cara-mengobatinya
JENIS BATUK BERDASARKAN ADA ATAU TIDAKNYA DAHAK YANG DIPRODUKSI DAN PENYEBAB BATUK
1)
Batuk Produktif
Masyarakat
umumnya menyebutnya dengan sebutan batuk berdahak. Batuk berdahak adalah batuk
yang disertai denggan dihasilkannya dahak. Batuk jenis ini biasanya disebabkan
oleh alergi dan disertai flu.
2)
Batuk Tidak Produktif
Batuk
tidak produktif atau batuk tidak berdahak atau yang disebut juga batuk kering.
Batuk kering merupakan batuk yang tidak dimaksudkan untuk membersihkan saluran
nafas, biasanya karena rangsangan dari luar. Batuk ini yaitu batuk yang tidak
disertai produksi dahak yang berlebihan. Batuk jenis ini biasanya disebabkan
oleh benda asing yang mengiritasi tenggorokan ataupun disebabkan oleh efek
samping obat golongan ACEI (Guyton dan Hall, 2008).
JENIS BATUK BERDASARKAN BERAPA LAMA
BATUK TERSEBUT BERTAHAN DAN PENYEBABNYA
1)
Batuk Akut.
Batuk
akut merupakan jenis batuk yang berlangsung kurang dari dua minggu. Batuk jenis
ini biasanya disebabkan oleh masuknya angin, influenza, atau infeksi sinus.
2)
Batuk Kronik
Batuk kronik merupakan jenis
batuk yang bertahan selama lebih dari dua minggu, bahkan ada juga yang menahun.
Jenis batuk ini juga terjadi secara berulang-ulang. Penyebab batuk kronik
antara lain adalah asma, TB, dan batuk rejan. Batuk rejan dapat dicegah sejak
dini dengan cara memberikan imunisasi DPT
3)
Batuk subakut
Batuk
subakut merupakan jenis batuk yang terjadi selama tinga sampai delapan minggu.
Batuk subakut biasanya disebabkan oleh batuk pasca infeksi, bakteri sinusitis
maupun batuk karena asma (Guyton dan Hall, 2008).
Pemicu batuk itu sendiri adalah adanya
berbagai iritasi yang memasuki saluran nafas melalui inhalasi (asap, debu, atau
rokok) atau melalui inhalasi (sekresi jalan nafas, benda asing, atau isi
lambung). Menurut Ikawati (2011) menyatakn bahwa batuk karena iritasi karena
sekresi jalan nafas seperti posinasal drip atau isi lambung biasanya faktor
pemicunya tidak dikenal dan batuknya bersifat persisten. Jika terus terpapar
oleh iritan maka dapat memicu batuk dan sensitifitas jalan nafas meningkat.
Infeksi pernafasan karena virus maupun bakteri yang menyebabkan terjadi masalah
pada jalan nafas juga dapat menyebabkan batuk.
Nah, sekarang kalian sudah tahukan apasih itu batuk,
jenis-jenis batuk, mekanisme terjadinya batuk serta hal yang menyebabkan
terjadinya batuk tersebut. Mungkin penyakit batuk bagi kita adalah penyakit
biasa yang bisa sembuh dengan seiring berjalan nya waktu. Namun, pada kenyataan
nya batuk adalah hanya suatu gejala dari penyakit. Maka, mulailah dari sekarang
untuk mari kita hidup sehat dengan kurangi menghirup asap terutama asap rokok,
asap dan debu. Karena ketika virus itu masuk ke dalam tubuh kita maka yang akan
terjadi adalah gejala-gejala penyakit lain nya akan bermunculan...
Upaya
pengobatan batuk pada masyarakat sekarang lebih cenderung menggunakan
obat-obatan sintetik. Nah selain obat sintetik, banyak juga loh masyarakat
menggunakan atau memanfaatkan tumbuhan dan bahan alam seperti tanaman obat yang
digunakan sebagai obat tradisional sebagai obat batuk. Salah satu tanaman yang
ada di indonesia yang mempunyai ragam kegunaan yaitu kemangi (Ocimum basilicum) yang telah lazim digunakan
oleh sebagaian masyarakat lokal untuk pengobatan berbagai macam penyakit salah
satunya sebagai obat batuk. Manfaat dari menggunakan tanaman bahan alam itu
untuk pengobatan, kita bisa terhindar dari efek samping pada penggunaan obat
sintetik. Berdasarkan dari jurnal yang didapat, bahwasanya daun kemangi
mengandung suatu zat yg bisa mengobati
batuk. Daun kemangi mengandung senyawa tanin, flavonoid, steroid/triterpenoid,
dan minyak atsiri (Erviana et al., 2011).
Penelitian lain menyatakan bahwa senyawa kimia yang diduga memiliki aktivitas
mukolitik adalah senyawa adalah senyawa tanin, flavoid dan alkaloid (Gairolla et al., 2010).
Terimakasih
telah membaca blog saya. Semoga bermanfaat untuk kita semua...
Tinggalkan pesan
dan komentarnya dibawah and wait for the next post :)
REFERENSI
Erviana R, Purwono S, Mustofa. 2011. Active compounds
isolated from red betel (Piper
crocatum Ruiz & Pav) leaves active against Streptococcus mutans through its inhibition
effect on glucosyltransferase activity. J
Med Sci, 43(2),
71-78.
Guyton A.C. dan Hall, J.E. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Jakarta: EGC.
Ikawati, Z. 2011. Penyakit
Sistem Pernafasan dan Tatalaksana Terapinya. Yogyakarta: Busra Ilmu.